Pulau Bangka selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil timah terbesar di dunia, namun di balik kekayaan mineralnya, terdapat potensi ekonomi lain yang belum tergarap secara maksimal. Melalui kegiatan bertajuk Tin Coast Exploration, komunitas HDCI Bangka mencoba membuka tabir potensi tersebut. Perjalanan ini bukan sekadar ajang menyalurkan hobi berkendara motor besar, melainkan sebuah misi strategis untuk memetakan titik-titik ekonomi baru, terutama dalam sektor investasi UMKM yang tersebar di sepanjang pesisir timur pulau tersebut. Dengan semangat persaudaraan, para bikers bergerak menyisir pantai-pantai eksotis sekaligus meninjau unit usaha lokal yang memiliki nilai jual tinggi.
Kehadiran rombongan HDCI Bangka di desa-desa pesisir memberikan dampak visual dan psikologis yang signifikan bagi masyarakat setempat. Seringkali, daerah yang memiliki keindahan alam luar biasa justru kekurangan eksposur dari kalangan pemodal. Dengan melakukan touring yang terencana, komunitas ini mendokumentasikan setiap potensi yang mereka temui, mulai dari pengolahan hasil laut hingga kerajinan tangan khas Bangka yang unik. Data dan dokumentasi visual ini kemudian dibagikan kepada jaringan bisnis yang lebih luas, sehingga diharapkan dapat memicu ketertarikan para investor untuk menanamkan modal di sektor industri kreatif dan pariwisata berbasis kerakyatan.
Dalam setiap pemberhentian, para anggota berdialog langsung dengan para pelaku usaha kecil. Fokus utamanya adalah memahami kendala yang dihadapi dalam pengembangan produk. Salah satu temuan penting dalam eksplorasi ini adalah perlunya digitalisasi bagi para pelaku UMKM agar produk mereka bisa menembus pasar nasional maupun internasional. HDCI tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Dengan profil anggota yang banyak berasal dari kalangan profesional dan pengusaha, saran-saran praktis mengenai manajemen bisnis dan standarisasi produk menjadi masukan berharga bagi warga lokal.
Rute Tin Coast Exploration ini mencakup jalur-jalur yang menantang namun menawarkan pemandangan “pantai tikus” hingga ke kawasan Belinyu. Jalur yang dilintasi seringkali bersinggungan dengan kawasan pertambangan rakyat yang sedang direklamasi menjadi lahan produktif. Di sinilah letak pentingnya pemetaan potensi; di mana lahan bekas tambang dapat dialihfungsikan menjadi destinasi wisata baru atau area pertanian modern. Investasi di bidang infrastruktur penunjang pariwisata, seperti penginapan ramah lingkungan atau restoran tematik, menjadi salah satu poin yang disoroti oleh tim eksplorasi ini sebagai peluang yang sangat menjanjikan di masa depan.
